Hari ini gw mendapat pengalaman yang berharga sekaligus menyramkan dalam hal berkendara. Yah meski kata orang pengalaman itu ada guru yang paling berharga, tetap saja kalau ‘nyaris lewat’ pastinya tidak menyenangkan di hati maupun di pikiran.
Sore ini sepulang dari physiotherapist, gw memutuskan untuk nekat pulang ke kost naik sepeda meskipun hujan. Dalam hati, “Ah paling juga bentar lagi reda!“. Seiring dengan berjalannya waktu ternyata hujan yang mengguyur bukannya tambah reda melainkan tambah deras. Karena sudah ditengah jalan, gw merasa bahwa perjuangan tersebut harus dilanjutkan hingga titik perhentian terakhir, Macandra. Yang paling mengganggu gw selama perjalanan adalah penutup kepala yang gw kenakan bersama jaket anti hujan itu selalu melorot menutupi mata. Selain itu juga handle tangan di sepeda gw yang suka tiba-tiba menekuk ke bawah sendiri karena sambungannya kurang kuat. Dan 2 hal inilah yang memulai malapetaka gw sore ini.
(more…)